Kemitraan Global dalam Mendorong Kota Berkelanjutan: Studi Kolaboratif Pengelolaan Sampah Hunian Vertikal di Rusunawa KS Tubun, DKI Jakarta
Korea-Indonesia Connection (KIC) FISIP UI, bekerja sama dengan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia, Komunitas Ink & Talk, dan Karang Taruna Rusunawa KS Tubun, melaksanakan program pengelolaan sampah berbasis komunitas. Program ini mempertemukan peneliti, masyarakat lokal, pengelola hunian, serta mitra internasional dari Korea Selatan untuk mendorong terciptanya lingkungan hidup yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.


Jakarta, Indonesia – Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia berhasil melaksanakan program pengelolaan sampah berbasis komunitas di Rusunawa KS Tubun, Jakarta Barat. Inisiatif ini diselenggarakan bekerja sama dengan Korea-Indonesia Connection (KIC) FISIP UI, Ink & Talk Community, serta Karang Taruna Rusunawa KS Tubun sebagai respons terhadap berbagai tantangan pengelolaan sampah di kawasan hunian vertikal, dimana sampah rumah tangga masih sering dibuang tanpa pemilahan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masih terbatas. Program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong pemilahan sampah sebagai gerakan bersama masyarakat guna mewujudkan Jakarta yang lebih bersih, nyaman, dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan partisipatif, KIC FISIP UI bersama mitra pelaksana lain melaksanakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Program ini mempertemukan peneliti, masyarakat lokal, pengelola hunian, serta mahasiswa internasional dari Korea Selatan untuk mendorong terciptanya lingkungan hidup yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Asesmen awal menunjukkan bahwa meskipun penghuni Rusunawa KS Tubun telah memiliki akses terhadap layanan pengangkutan sampah harian dan area pengumpulan sampah, belum terdapat regulasi komunitas yang mengatur pengelolaan sampah maupun sistem pemilahan sampah rumah tangga. Aktivitas daur ulang sebagian besar masih dijalankan oleh sejumlah kecil warga melalui bank sampah komunitas. Di sisi lain, hasil asesmen juga menunjukkan tingginya kohesi sosial masyarakat serta partisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong, yang menjadi modal penting bagi pengembangan inisiatif lingkungan berbasis komunitas. Berdasarkan temuan tersebut, program ini berfokus pada pemberdayaan Karang Taruna sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu mendorong praktik pengelolaan sampah berkelanjutan dan meningkatkan partisipasi masyarakat secara lebih luas.
Program ini menghadirkan empat kegiatan utama, yaitu:
Talkshow Sistem Pengelolaan Sampah Korea Selatan
Kelas Bahasa Inggris dan Bahasa Korea Dasar
Global Networking
Praktik Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah
Para peserta juga memperoleh pelatihan mengenai kepemimpinan, komunikasi antarbudaya, pengelolaan sampah berkelanjutan, serta keterampilan dasar bahasa Inggris dan bahasa Korea guna mendukung kolaborasi internasional dan pertukaran pengetahuan.
Ink & Talk Community memfasilitasi rangkaian English Course yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta muda dalam interaksi lintas budaya. Inisiatif ini berupaya mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam berbicara bahasa Inggris, yaitu kurangnya rasa percaya diri, melalui lingkungan belajar yang suportif dan interaktif sehingga peserta dapat berlatih tanpa takut melakukan kesalahan. Melalui kegiatan pembelajaran daring dan luring yang dilaksanakan pada Mei 2026, para peserta berhasil meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan mitra internasional. Melengkapi kegiatan tersebut, Intan Syafira Gustia, Sekretaris KIC FISIP UI, memberikan pelatihan dasar bahasa Korea yang membekali peserta dengan kemampuan komunikasi dasar serta pemahaman budaya Korea untuk mendukung interaksi dengan mahasiswa Korea Selatan. Secara keseluruhan, kegiatan peningkatan kapasitas ini menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan sesi jejaring global dan pertukaran pengetahuan bersama mahasiswa dari berbagai universitas terkemuka di Korea Selatan.
Kolaborasi internasional dalam program ini dikoordinasikan oleh Seong Jae Lee, mahasiswa Program Studi Indonesian-Malay Studies dari Busan University of Foreign Studies, yang bertindak sebagai pembicara utama dalam talkshow pengelolaan sampah sekaligus memfasilitasi kolaborasi pemuda Indonesia dan Korea Selatan. Bersama Seong Jae Lee, Jiwon Jung dari Hankuk University of Foreign Studies berkontribusi melalui pengembangan materi edukasi dan konten video yang memperkenalkan sistem pemilahan sampah rumah tangga di Korea Selatan serta mendukung kegiatan jejaring global. Kolaborasi ini semakin diperkaya oleh partisipasi Eunsoo Shin dari Chung-Ang University dan Chaewon Shin dari Seoul National University, yang aktif dalam sesi pertukaran pemuda dan pembelajaran kolaboratif dengan berbagi wawasan mengenai kehidupan perkotaan berkelanjutan serta praktik lingkungan berbasis komunitas di Korea Selatan.
Program ini ditutup dengan kegiatan praktik pengelolaan dan daur ulang sampah yang dilaksanakan bersama Karang Taruna Rusunawa KS Tubun. Warga mengikuti pelatihan penguraian sampah organik dan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), sehingga dapat mempelajari bagaimana sampah organik dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat melalui metode yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan ini mendorong masyarakat untuk menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sekaligus memperkuat fondasi sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Setelah tahap implementasi selesai, program akan dilanjutkan dengan proses monitoring dan evaluasi untuk menilai efektivitasnya dalam mendorong perubahan perilaku serta memperkuat praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas. Evaluasi akan mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku warga terkait pengelolaan sampah, tingkat partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan sistem yang telah diperkenalkan melalui program ini. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan model pengelolaan sampah sekaligus mendukung penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat diadaptasi dan direplikasi pada komunitas hunian vertikal lainnya di Jakarta.
Melalui kombinasi antara keterlibatan masyarakat lokal dan pertukaran pengetahuan internasional, inisiatif ini menunjukkan bagaimana kemitraan global dapat menghasilkan solusi nyata bagi tantangan lingkungan perkotaan dan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi inisiatif keberlanjutan di masa depan sekaligus memperkuat kerja sama Indonesia–Korea Selatan dalam mewujudkan kota dan komunitas yang berkelanjutan.
Korea–Indonesia Connection
Bridging dialogue on Korea-Indonesia relations.
Contact us
Collaborate
kic.fisip.ui@gmail.com
© 2025. All rights reserved.
